Setelah lulus dari Pondok Madani, Alif kembali ke Maninjau dengan semangat memulai perkuliahan. Sahabatnya, Randai, meragukan kemampuan Alif karena ia belum memiliki ijazah SMA, namun Alif berhasil meraihnya dan lulus ujian masuk Universitas Padjadjaran. Kehilangan ayahnya sempat membuat Alif hampir putus asa, namun pepatah favoritnya, “man jadda wa jada” (siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil) dan “man shabara zhafira” (siapa yang sabar akan meraih kesuksesan) memberinya kekuatan. Dengan kedua prinsip tersebut, Alif menghadapi setiap tantangan dalam hidupnya dengan keberanian dan keteguhan.











