Ishaan Awasthi adalah seorang anak berusia delapan tahun yang hidupnya dipenuhi keajaiban yang tampaknya tak pernah dihargai orang lain. Warna-warna, ikan, anjing, dan layang-layang baginya penuh keindahan, namun bagi orang dewasa hal itu kalah penting dibandingkan pekerjaan rumah, nilai, dan kerapian. Ishaan selalu merasa gagal di kelas, hingga akhirnya ia dikirim ke sekolah asrama, di mana kehidupannya berubah selamanya.











