Di sebuah sekolah internasional di Jakarta, seorang guru filsafat memberikan sebuah eksperimen pemikiran kepada dua puluh siswa kelas akhir: mereka harus menentukan sepuluh orang yang dianggap paling layak untuk bertahan hidup di bunker bawah tanah dan membangun kembali umat manusia setelah bencana nuklir.