Pada tahun 1930-an, perwira Inggris John Truscott dikirim ke sebuah desa terpencil di Malaya kolonial untuk mendidik dan mempengaruhi masyarakat Iban agar mengadopsi budaya Barat. Di sana, ia bertemu dengan Selima yang cantik. Sesuai tradisi setempat, Selima ditugaskan untuk tidur bersama Truscott sekaligus mengajarinya bahasa dan adat istiadat lokal. Namun ketika keduanya jatuh cinta, rencana pernikahan mereka ditentang baik oleh pihak kolonial maupun penduduk setempat.










