Nussa, anak cerdas berusia 9 tahun, bertekad mengesankan ayahnya yang akan kembali dari luar negeri setelah setahun. Ia mengikuti lomba sains di sekolahnya, namun rencana itu berubah ketika ayahnya membatalkan kepulangan dan seorang murid baru bernama Jonni muncul sebagai saingan utama. Dalam perjalanan kompetisi ini, Nussa akhirnya memahami makna sejati dari rasa syukur dan penerimaan.










